Selasa, 19 Mei 2015

MALAIKAT TAKKAN SALAH MENCATAT AMAL BAIK HANYA GEGARA ATRIBUT

Mitha: Dirimu lagi sibuk gak mas Dolob? Aku menemukan sesuatu yg aneh..
 

Dolob: Sesuatu yg aneh gimana maksudnya Mith?

Mitha: Ada blog yg atas nama JCI tapi isinya foto-foto kegiatan PB

Dolob: Mana alamat blognya? Bukan www.dolobisme.blogspot.com kan? Hahahaaa...

Mitha: Kamu search aja dech... Ah banyak bgt  foto-fotoku barang termasuk foto kita bertiga ama si eyang yg  bergandengan tangan bertiga itu dg tulisan "boleh dicontoh"

Dolob: Search di google pakai kata kunci apa?

Mitha: q lupa... Tapi itu gila bgt sumpah!

Dolob: Udah q search gak ada kok, kamu ceritanya kok bisa nemu itu gmn?

Mitha: q cuma dikasih tau

Dolob: Dikasih tau siapa? Lha udah liat sendiri blognya blm? Gak ada kok q udah search beneran. Paling cuma mau memperkeruh suasana kuwi, nggo ngadu domba PB karo JCI

Mitha: Udah donk, q buka dewe kok. Kuwi zonk bgt masak pemilik blognya foto kang bulpen

Dolob: Oh nek kaitane karo kang bulpen ki biasane mbak wejeyente sing omahe sampinge kae, isih sedulur karo kang bulpen dan memang aktif di JCI maupun PB. Tenang aja nanti q investigasi dg halus, pura-pura memuji blog itu didepan dia

Mitha: oke dech, q percaya 100% atas kapasitas kapabilitas dan kredibilitasmu dlm hal-hal seperti ini

Dolob: Thx a lot for your confidence the majesty...

5 MINUTES LATER

Dolob: Udah ketemu Mith, judul blognya reporter jalanan www.cahyaxtsquar.blogspot.com kan? itu blognya mbak cahya alias mbak acha alias mbak mia alias mbak ning alias bu eko, rumahnya deket XT square ketimur dikit. Manggil eyang dg sebutan mas virgo. Manggil aq mas admin. Content nya gak cuma foto-foto dokumentasi acara PB kok tapi juga banyak acara-acara JCI. Overall no problem Mith, PB kan memang bersinergi dengan JCI sebagai satu keluarga besar.

Mitha: Masalahnya begini
(1) Banyak tmn2 yg gak suka coz itu ngambil dokumentasi kegiatan PB seolah kegiatan JCI
(2) Ngambil foto utk di reupload tanpa izin
(3) Beberapa foto kayak yg kita bertiga bergandengan tangan itu tak layak publish sebagai bagian dari foto komunitas


Dolob: Well, coba diresapi yach...
(1) Saat sebuah foto diunggah ke internet maka itu sama artinya dg mengizinkan siapapun mencomot/mengedit/bahkan menyalahgunakan foto tersebut. Jadi sudah tidak ada lagi yg namanya hak cipta. Kalo takut dilanggar hak cipta atau takut disalahgunakan atau merasa tak layak sebagai foto komunitas ya jangan diunggah ke media publik, simpan aja di laptop atau komputer pribadi, gampang kan?
(2) Kembalilah ke niat awal kita yaitu utk berbagi dg sesama dlm kerangka ibadah. PB hanyalah kendaraan bukan tujuan. Dan kita tidak rugi sama sekali ketika misalnya kegiatan PB dikira atau bahkan diakui oleh komunitas lain. Jika merasa rugi, maka mari bareng-bareng kita evaluasi lagi keikhlasan kita
(3) PB bersifat terbuka dan tidak ekslusif. Bahkan saat tahun baru 2014  q pernah mengusulkan kepengurusan PB dimekarkan dan lebih terbuka, meskipun akhirnya tidak disetujui krn ada yg khawatir orang-orang "senior" akan tersingkir

Mitha: Bukankah sebuah komunitas itu salah satu tujuannya adalah memberikan edukasi kepada masyarakat? Foto-foto konyol semacam itu sama sekali gak mendidik, dan jika foto-foto diunggah di laman internet itu malah memberikan citra buruk bagi JCI mapun PB, kesan sosialnya dimana coba? (meskipun dia hanya main-main lho ya).  Harusnya pemilik blog memikirkn hal tersebut.

Mitha: Banyak tmn-tmn yg ingin keluar dari PB karena gak setuju JCI gabung dalam kegiatan-kegiatan PB

Mitha: q memang gak bisa berkiprah banyak pada PB seperti kalian para pengurus, tapi q cinta komunitas ini dg segala hal di dalamnya, jangan sampai karena masalah semacam itu malah jadi pecah. PR buat kamu Lob, jembatanilah semuanya dg baik. Kembali ke tujuan awal kita seperti waktu aksi perdana di jambidan dulu, yaitu niat membantu sesama. Kalian tentu sudah cukup paham utk saling mengenal satu sama lain dan karakter satu sama lain. Diskusikan, pikirkan, dan cari jalan yg terbaik, jangan sampai misi kemanusiaan terkalahkan oleh hal-hal duniawi. Hanya ini yg bisa q lakukan. Semoga kalian tetap solid...

Dolob: Ntar coba q rembug  dg PB-1, semoga ada solusi terbaik bagi semuanya

Mitha: PB-1 sudah pernah bilang beberapa waktu yg lalu bahwa kepengurusan inti sedang genting. Kalian harus bisa menyikapi ini dg bijak. q yg hanya jadi bagian dari kalian aja bangga kok sama komunitas ini, masak kalian yg ngejalaninnya malah bersilang pendapat. Dan silang pendapat demi sebuah harga egosentris menurutku

Mitha: Mungkin ada yg gak suka dg beberapa personil JCI karena sikap mereka tapi gak bisa juga donk mengeneralisasi hal-hal semacam itu truz jadi gak suka ama JCI secara institusi. Tak bisa dipungkiri memang JCI banyak memberi kontribusi ke kita, inikan sebenarnya hanya masalah perspektif saja.

Mitha: Masak orang udah pada dewasa semua gak bisa menyikapi hal semacam ini dg baik. Ibaratnya ketika JCI datang, kita kan tuan rumahnya jadi harus berlaku lebih arif

Mitha: Sebenarnya apa tho kurangnya kita? Misi kita jelas, tujuan pasti, tapi kenapa utk hal-hal yg berkaitan dg perspektif malah mengedepankan egosentrisnya? Kalau dibanding JCI kita memang ketinggalan beberapa langkah di belakang memang, kita kalah jumlah dan kalah kompak.

Mitha: Kemudian tentang media masuk banyak yg gak setuju, q benar-benar gak habis pikir alasane kok picik bgt: ndak pecah, ndak do dadi sombong, ndak do gumedhe. Tapi mereka lupa bahwa media adalah salah satu alternatif utk menyebarkan nilai-nilai sosial kepada masyarakat bahwa di tengah modernitas sekarang ini masih banyak komunitas yg peduli dg orang lain. inikan misi yg luar biasa. Orang bisa tahu, bisa memahami, dan bisa jadi upaya penyadaran diri utk ikut membantu orang lain, bisa juga malah akhirnya jadi donatur, itukan luar biasa.


Dolob: Sebenarnya kalo q bilang ke teman-teman pengurus JCI agar JCI bikin acara sosial sendiri ya bisa aja sih. Selama ini kan JCI memang sengaja gak ngadain baksos sendiri (bukan karena gak bisa) tapi karena sudah SANGAT PERCAYA pada kapasitas, kapabilitas dan kredibilitas PB dalam hal sosial kemanusiaan. Dan jangan salah ya, banyak bgt member JCI yg mendesak pengurus JCI agar ngadain baksos sendiri, tapi pengurus JCI tetap konsisten dg keputusan awal utk mempercayakan kegiatan sosial n penggalangan dana pada PB. Tapi tmn-tmn PB yg diamanahi kepercayaan n tanggungjawab kok malah kayak gini?

Mitha: Kok malah kehadiran media dianggap sebelah mata, lha nek dipikir bodoh bgt ya, do nggunakke FB nggo promosi kon mbantu ki po udu lewat media? q gak hbs pikir ngantian

Dolob: Media???? Emangnya selama ini FB itu apa bukan MEDIA??? Hahahaaaaa ngakak guling-guling

Dolob: Eh pikiran kita sama lagi ternyata yg terakhir tadi, terkirimnya dlm waktu yg sama pula! wkwkkk

Mitha: q gak habis pikir. q setuju malahan wartawan tribun kemarin datang kan bukan utk mencari popularitas tapi secara entitas komunitas ini semakin dihargai dan eksistensinya diakui. Kuwi do takonono konco-koncomu yg berpikiran picik media gor nggo popularitas!

Dolob: Bukannya kuwi malah bolo kurowomu yo sing do berpikiran sempit?

Mitha: Tapi kan koncomu juga tho?

Dolob: iyo sih, q mana ada punya musuh Mith, kabeh konco kabeh sedulur raono cinta-cintaan cieeeeeeee

Mitha: Truz kuwi juga do butuh penyadaran ulang bahwa media memang seperti 2 sisi mata uang, bisa jadi positif dan negatif, tapi kita kan orang yg berpikiran luas, dan katanya, katanya nih komunitas PB kan bersifat terbuka dg anggota dari manapun maka PB juga harusnya lebih terbuka dg pemikiran-pemikiran baru yg lebih up to date, gak cuma kayak siput jalan di tempat sambil tengok kanan kiri

Mitha: Mosok koyo ngene wae dadi masalah. Sadar ra iki masalahe gur koyo cah cilik bgt:
(1) Wegah nek ro JCI mergo ngopo? Nek ono JCI ngerasa kalah? Hadehhhh
(2) Media marai sombong. Padahal sombong orane wong ki ora mergo media tapi mergo ati personale. Jiannn koyo cah cilik bgt.

 

Dolob: Malem jumat sesuk melu rapat darurat wae. Dirimu kan masuk neng draft struktur pengurus PB versi pemekaran (versiku), sebagai koordinator sie konsumsi. Mangkat wae rapopo, q sing tanggungjawab nek ono sing ra trimo

Mitha: q ra penak ro liyane, tur kuwi kan sebenare masalah kalian, q selama ini gak pernah ikut campur ndak mrai ati mereka-mereka do kemrejut mengko malahan

Dolob: Sing konyol meneh ki wingi pas rapat online jajaran pengurus PB ono sing usul rodo mekso kon kembali seperti awal-awal dulu yaitu posting baksos hanya di group facebook PB dan RBB, jangan ke group lain seperti JCI, BMHB, dll. Come on....everythings gonna change guys!!!! Life is a dynamic process!!! Bahkan group facebook RBB yg asli aja udah gak ada lho sekarang. Yg ada cuma beberapa group RBB tiruan dg member cuma dikit

Dolob: Padahal wingi pas baksos trowono kae q nyoba share postingan PB-1 di 150an group FB yg q ikutin, ternyata hasil donasinya yo lumayan sing nitip ke aku thok wae sampai 4,5jt. Belum lagi yg nitip ke relawan PB lainnya

Mitha: That's great!!! You're the best...

Mitha: Oiya kalo bisa tolong cariin fotonya cahya ya, pengen tau aku


Dolob: He'eh...

2 WEEK LATER

Dolob: Kang fulan minta km masuk di jajaran pengurus PB lho, bukan sebagai koordinator sie konsumsi tapi sebagai Bendahara mendampingi mbak jelly drink. Tapi misalnya hari H masih mau nyiapin konsumsi juga gpp, q bantuin seperti biasa wes

Mitha: Gak ah, q gak suka masuk jajaran, km bisa telp q bentar?

Dolob: Sure, wait a minute....

Dolob: Gmn jadinya bersedia bantu mbak jelly drink jadi bendahara gak? Soalnya kasihan beliau sering kewalahan dan kalo rapat juga cewek sendirian
 
Mitha: q pendukung aja dech, banyak hal yg masih harus diselesaikan

Dolob: Oke baiklah... U asked for it

Mitha: Coba tmn-tmn yg stay di jogja dulu aja, q bakal tetep mendukung semua kegiatan di komunitas ini kok. Tenang aja q gak bakalan keluar, u will not loose me hahaha... Lha bendahara selain mbak jelly drink kan masih ada si hidup tho?

Dolob: Jare kang fulan, beliau mau difokuskan ke divisi lapangan, bahu-membahu dg kang lontong n kang bulpen n kang fulan juga tentunya. Jadi ceritanya bsk mau dipisah ada pengurus dan ada divisi lapangan (semacam pemborong bangunan gitu). Survey calon target dilakukan oleh pengurus, lalu dirapatkan oleh pengurus, kalo deal bedah rumah langsung dilimpahkan ke divisi lapangan. Survey ke-2 dan ke-3 dilakukan oleh divisi lapangan krn berkaitan dg masalah teknis. Jadi pengurus gak boleh mencampuri urusan bangunan krn sudah dipasrahkan pada divisi lapangan. Oiya divisi lapangan ini sifatnya terbuka, siapa yg selama ini terbukti aktif di lapangan dan bertanggungjawab ya diajak gabung, tanpa melihat latar belakangnya mau dari PB atau JCI atau group lain gak masalah.

Mitha: Apa gak terlalu gendut nanti strukturnya? Kayak km donk ntar hahahaa
 

Dolob: No problem, jaremu perut sixpack itu macho tapi perut one pack itu sexy tho? Lagian skrg kan udah gak jamannya cowok L-men, lebih keren cowok prenagen wkwkwkkk...

Mitha: Ah km emang raja ngeyel dan raja ngeles. Tp gpp deh sak bahagiamu wae sing penting kabeh berjalan lancar

Dolob: As far as i know, justru cita-cita utk menjadikan PB bersifat terbuka n gak eksklusif sudah mulai terwujud Mith. Konflik kecil kemarin malah menjadi hikmah tersendiri. Everything happen for a reason, tidak ada yg namanya kebetulan, semua adalah skenario sempurna dari sang maha script writer sekaligus sang maha sutradara

Mitha: Yoi brow..... 4 thumbs up deh buat km
 

Dolob: Asemikkkkk kok 4 jempole sopo wae kuwi? Sing 2 nyilih jempole tanggane po?

Mitha: Ora yo, sing 2 jempol tangan sing 2 jempol sikil hahahaa

Dolob: Woooooo...dasar bocah gemblung!!!